Image of EVALUASI PROFIL PENGGUNAAN OBAT rnANTIHIPERTENSI SECARA KUALITAS DAN KUANTITAS rnPADA PASIEN RAWAT JALAN DI RUMAH SAKIT rnANGKATAN UDARA DR. M. SALAMUN BANDUNG PADA rnPERIODE BULAN JUNI €? AGUSTUS 2021

FARMASI

EVALUASI PROFIL PENGGUNAAN OBAT rnANTIHIPERTENSI SECARA KUALITAS DAN KUANTITAS rnPADA PASIEN RAWAT JALAN DI RUMAH SAKIT rnANGKATAN UDARA DR. M. SALAMUN BANDUNG PADA rnPERIODE BULAN JUNI €? AGUSTUS 2021



Prevalensi hipertensi di Provinsi Jawa Barat mencapai 39,60%, semakin tinggi rnprevalensi hipertensi maka penggunaan obat antihipertensi semakin meningkat rndan ketidakrasionalan pun semakin meningkat jumlahnya. Tujuan dari penelitian rnini adalah untuk mengevaluasi profil penggunaan obat antihipertensi secara rnkualitas dengan melihat kerasionalan obat dan secara kuantitas dengan rnmenganalisis penggunaan obat menggunakan metode ATC/DDD DU90% di rnRSAU dr. M. Salamun Bandung. Penelitian ini merupakan penelitian non rneksperimental atau observasional yang dilakukan dengan menggunakan metode rndeskriptif. Pengambilan data dilakukan secara retrospektif dengan menggunakan rndata lembar rekam medis pasien hipertensi rawat jalan periode bulan Juni –rnAgustus tahun 2021. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik rnPurposive Sampling dengan hasil yang didapatkan sebanyak 96 lembar rekam rnmedis pasien. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penggunaan obat rnantihipertensi di RSAU dr. M. Salamun Bandung secara kualitas berdasarkan rnprofil penggunaan obat yakni jenis kelamin terbanyak adalah perempuan 65%, rndengan kategori usia terbanyak adalah usia lanjut >60 tahun 56%, disertai dengan rnpenyakit lain yakni dispepsia 11%. Obat yang paling banyak digunakan berasal rndari golongan CCB 31% dengan jenis obat terbanyak adalah amlodipin dan rnbisoprolol 26% dan jenis terapi pengobatan terbanyak adalah terapi 2 kombinasi rnobat 48%. Sedangkan berdasarkan kerasionalitasan penggunaan didapatkan rnketepatan pasien 100%, tepat indikasi 100%, tepat obat 81%, tidak tepat obat rn19%, tepat dosis 85% , tidak tepat dosis 15% dan tepat diagnosa 100%. sedangkan rnsecara kuantitas menyatakan bahwa penggunaan obat tertinggi adalah amlodipin rnsebanyak 1479 DDD/1000 KPRJ dan obat yang termasuk kedalam segmen rnDU90% secara berturut turut adalah amlodipin sebesar 46%, ramipril sebesar rn22%, candesartan sebesar 16%, bisoprolol sebesar 7% dan lisinopril sebesar 4%.rnKata Kunci :ATC/DDD, DU90%. evaluasi penggunaan obat, obat antihipertensi


Ketersediaan

TA002352022 TA00235 HAS e FarmasiTersedia namun tidak untuk dipinjamkan - No Loan

Informasi Detail

Judul Seri
SKRIPSI
No. Panggil
2022 TA00235 HAS e Farmasi
Penerbit UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH BANDUNG : BANDUNG.,
Deskripsi Fisik
87 hlm
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
NONE
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain




Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnya